Sunday, December 12, 2010

Tahapan Pembuatan Processor (Amazing)

Ternyata Cara membuat processor teramat rumit dan menarik ya, and bahan pokoknya dari pasir, Keren! Terus Nongkrong Di Bank Of Science Ya!! Semoga Bermanfaat!!Pasir, seperempat bagiannya terbentuk dari silikon, yakni unsur kimia yang paling berlimpah di muka bumi ini setelah oksigen. Pasir (terutama quartz), mempunyai persentase silikon yang tinggi di dalam bentuk Silicon Dioxide (SiO2) dan pasir merupakan bahan pokok untuk memproduksi semiconductor.





Setelah memperoleh mentahan dari pasir dan memisahkan silikonnya, materiil yang kelebihan dibuang. Lalu, silikon dimurnikan secara bertahap hingga mencapai kualitas 'semiconductor manufacturing quality', atau biasa disebut 'electronic grade silicon'. Pemurnian ini menghasilkan sesuatu yang sangat dahsyat dimana 'electronic grade silicon' hanya boleh memiliki satu 'alien atom' di tiap satu milyar atom silikon. Setelah tahap pemurnian silikon selesai, silikon memasuki fase peleburan. Dari gambar di atas, kita bisa melihat bagaimana kristal yang berukuran besar muncul dari silikon yang dileburkan. Hasilnya adalah kristal tunggal yang disebut 'Ingot'.


Kristal tunggal 'Ingot' ini terbentuk dari 'electronic grade silicon'. Besar satu buah 'Ingot' kira-kira 100 Kilogram atau 220 pounds, dan memiliki tingkat kemurnian silikon hingga 99,9999 persen.


Setelah itu, 'Ingot' memasuki tahap pengirisan. 'Ingot' di iris tipis hingga menghasilkan 'silicon discs', yang disebut dengan 'Wafers'. Beberapa 'Ingot' dapat berdiri hingga 5 kaki. 'Ingot' juga memiliki ukuran diameter yang berbeda tergantung seberapa besar ukuran 'Wafers' yang diperlukan. CPU jaman sekarang biasanya membutuhkan 'Wafers' dengan ukuran 300 mm.


Setelah diiris, 'Wafers' dipoles hingga benar-benar mulus sempurna, permukaannya menjadi seperti cermin yang sangat-sangat halus. Kenyataannya, Intel tidak memproduksi sendiri 'Ingots' dan 'Wafers', melainkan Intel membelinya dari perusahaan 'third-party'. Processor Intel dengan teknologi 45nm, menggunakan 'Wafers' dengan ukuran 300mm (12 inch), sedangkan saat pertama kali Intel membuat Chip, Intel menggunakan 'Wafers' dengan ukuran 50mm (2 inch).


Cairan biru seperti yang terlihat pada gambar di atas, adalah 'Photo Resist' seperti yang digunakan pada 'Film' pada fotografi. 'Wafers' diputar dalam tahap ini supaya lapisannya dapat merata halus dan tipis.



Di dalam fase ini, 'Photo Resist' disinari cahaya 'Ultra Violet'. Reaksi kimia yang terjadi dalam proses ini mirip dengan 'Film' kamera yang terjadi pada saat kita menekan shutter (Jepret!).

Daerah paling kuat atau tahan di 'Wafer' menjadi fleksibel dan rapuh akibat efek dari sinar 'Ultra Violet'. Pencahayaan menjadi berhasil dengan menggunakan pelindung yang berfungsi seperti stensil. Saat disinari sinar 'Ultra Violet', lapisan pelindung membuat pola sirkuit. Di dalam pembuatan Processor, sangat penting dan utama untuk mengulangi proses ini berulang-ulang hingga lapisan-lapisannya berada di atas lapisan bawahnya, begitu seterusnya.

Lensa di tengah berfungsi untuk mengecilkan cahaya menjadi sebuah fokus yang berukuran kecil.


Dari gambar di atas, kita dapat gambaran bagaimana jika satu buah 'Transistor' kita lihat dengan mata telanjang. Transistor berfungsi seperti saklar, mengendalikan aliran arus listrik di dalam 'Chip' komputer. Peneliti Intel telah mengembangkan transistor menjadi sangat kecil sehingga sekitar 30 juta 'Transistor' dapat menancap di ujung 'Pin'.


Setelah disinari sinar 'Ultra Violet', bidang 'Photo Resist' benar-benar hancur lebur. Gambar di atas menampakan pola 'Photo Resist' yang tercipta dari lapisan pelindung. Pola ini merupakan awal dari 'transistors', 'interconnects', dan hal yang berhubungan dengan listrik berawal dari sini.


Meskipun bidangnya hancur, lapisan 'Photo Resist' masih melindungi materiil 'Wafer' sehingga tidak akan tersketsa. Bagian yang tidak terlindungi akan disketsa dengan bahan kimia.


Setelah tersketsa, lapisan 'Photo Resist' diangkat dan bentuk yang diinginkan menjadi tampak.


'Photo Resist' kembali digunakan dan disinari dengan sinar 'Ultra Violet'. 'Photo Resist' yang tersinari kemudian dicuci dahulu sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, proses pencucian ini dinamakan 'Ion Doping', proses dimana partikel ion ditabrakan ke 'Wafer', sehingga sifat kimia silikon dirubah, agar CPU dapat mengkontrol arus listrik.


Melalui proses yang dinamakan 'Ion Implantation' (bagian dari proses Ion Doping) daerah silikon pada 'Wafers' ditembak oleh ion. Ion ditanamkan di silikon supaya merubah daya antar silikon dengan listrik. Ion didorong ke permukaan 'Wafer' dengan kecepatan tinggi. Medan listrik melajukan ion dengan kecepatan lebih dari 300,000 Km/jam (sekitar 185,000 mph)


Setelah ion ditanamkan, 'Photo Resist' diangkat, dan materiil yang bewarna hijau pada gambar sekarang sudah tertanam 'Alien Atoms'


Transistor ini sudah hampir selesai. Tiga lubang telah tersketsa di lapisan isolasi (warna ungu kemerahan) yang berada di atas transistor. Tiga lubang ini akan diisi dengan tembaga, yang berfungsi untuk menghubungkan transistor ini dengan transistor lain.



'Wafers' memasuki tahap 'copper sulphate solution' pada tingkat ini. Ion tembaga disimpan ke dalam transistor melalui proses yang dinamakan 'Electroplating'. Ion tembaga berjalan dari terminal positif (anode) menuju terminal negatif (cathode).


Ion tembaga telah menjadi lapisan tipis di permukaan 'Wafers'.


Materiil yang kelebihan dihaluskan, meninggalkan lapisan tembaga yang sangat tipis.


Nah udah mulai ribet. Banyak lapisan logam dibuat untuk saling menghubungkan bermacam-macam transistors. Bagaimana rangkaian hubungan ini disambungkan, itu ditentukan oleh teknik arsitektur dan desain tim yang mengembangkan kemampuan masing-masing processor. Dimana chip komputer terlihat sangat datar, sebenarnya memiliki lebih dari 20 lapisan untuk membuat sirkuit yang kompleks. Jika kamu melihat dengan kaca pembesar, kamu akan melihat jaringan bentuk sirkuit yang rumit, dan transistors yang terlihat futuristik, 'Multi-Layered Highway System'.


Ini hanya contoh super kecil dari 'Wafer' yang akan melalui tahap test kemampuan pertama. Di tahapan ini, sebuah pola test dikirimkan ke tiap-tiap chip, lalu respon dari chip akan dimonitor dan dibandingkan dengan 'The Right Answer'.


Setelah hasil test menunjukan bahwa 'Wafer' lulus, 'Wafer' dipotong menjadi sebuah bagian yang disebut 'Dies'. Coba juragan lihat, proses yang bener-bener ribet tadi ternyata hasilnya kecil doank. Pada gambar paling kiri itu ada 6 kelompok 'Wafer', pada gambar kanannya udah berapa 'Wafer' tuh !?!?


'Dies' yang lulus test, akan diikutkan ke tahap selanjutnya yaitu 'Packaging'. 'Dies' yang tidak lulus, dibuang dengan percumanya T_T. Ada hal yang lucu beberapa tahun lalu, Intel membuat kunci dari 'Dies' yang tidak lulus ini ^^. Ada EBAYnya lho, ayo juragan yang tertarik beli, soalnya tinggal 4..


Ini adalah gambar satu 'Die', yang tadinya dipotong pada proses sebelumnya. 'Die' pada gambar ini adalah 'Die' dari Intel Core i7 Processor.


Lapisan bawah, 'Die', dan 'Heatspreader' dipasang bersama untuk membentuk 'Processor'. Lapisan hijau yang bawah, digunakan untuk membentuk listrik dan 'Mechanical Interface' untuk Processor supaya dapat berinteraksi dengan sistem PC. 'Heatspreader' adalah 'Thermal Interface' dimana solusi pendinginan diterapkan, sehingga Processor dapat tetap dingin dalam beroperasi.


'Microprocessor' adalah produk terkompleks di dunia ini. Faktanya, untuk membuatnya memerlukan ratusan tahap dan yang kita uraikan sebelumnya hanyalah yang penting saja.


Selama tes terakhir untuk Processor, Processor di tes karakteristiknya, seperti penggunaan daya dan frekwensi maksimumnya.


Berdasarkan hasil test sebelumnya, Processor dikelompokan dengan Processor yang memiliki kemampuan sama. Proses ini dinamakan dengan 'Binning', 'Binning' ditentukan dari frekwensi maksimum Processor, kemudian tumpukan Processor dibagi dan dijual sesuai dengan spesifikasi stabilnya.


Prosessor yang sudah dikemas dan dites, pergi menuju pabrik (misalnya dipake Toshiba buat laptopnya) atau dijual eceran (misalnya di toko komputer)

Hal Yang Nyamuk Suka & Harus Diperhatikan!

Akhir-akhir ini Anda selalu dikerubungi nyamuk padahal kamar dan rumah sudah bersih ? Mungkin pemicunya adalah tubuh Anda sendiri. Ada enam pemicu mengapa nyamuk suka sekali mendekati dan mengincar darah Anda.
1. Warna gelap
Nyamuk berevolusi untuk berburu mamalia yang berbulu dan berwarna gelap, hal itu menurut Grayson Brown, PhD. Selama uji coba lapangan, pekerja di laboratorium Brown yang memakai seragam putih atau berwarna kurang menarik nyamuk.
2. Aroma bunga
Nyamuk juga suka sekali mengonsumsi nektar pada bunga. Nektar akan memberikannya energi untuk terbang dan menyengat. Jadi, jika Anda menggunakan parfum beraroma bunga, nyamuk akan menempel terus karena mengira Anda adalah sumber nektar.
3. Bir
Penelitian di Prancis menunjukkan bahwa peminum bir lebih menarik perhatian nyamuk dibandingkan yang tidak minum bir. Hal itu karen alkohol berdampak pada aroma nafas dan bau badan.
4. Hamil
Wanita hamil lebih disukai nyamuk, hal itu karena dalam tahap akhir kehamilan volume pembuangan napas 21 persen lebih tinggi. Saat membuang napas tercipta kelembaban dan ini sangat disukai nyamuk. Wanita hamil juga cenderung memiliki suhu tubuh sedikit lebih tinggi, yang membuat nyamuk lebih mudah mendeteksi.
5. Begadang
Nyamuk betina aktif pada malam hari untuk memburu darah. Hal itu karena darah mengandung protein yang dibutuhkan untuk perkembangan telur nyamuk. Bisa dikatakan, nyamuk betina menghisap darah Anda untuk mempertahankan kelangsungan hidup spesiesnya. Jadi jangan heran jika pada malam hari, nyamuk betina mengerubungi karena membutuhkan protein dalam darah Anda.
6. Berkeringat
Peneliti dari Yale University, Amerika Serikat, menemukan bahwa nyamuk dapat mengambil zat kimia dalam keringat manusia. Jadi, jika berkerinngat segera bersihkan dengan handuk agar Anda tidak dikelilingi nyamuk.
gogreen.blogspot.com

10 Benda Dapur Yang Berkhasiat!

GANGGUAN kesehatan ringan, seperti kaki yang lelah dan bekas luka, bisa ditangani dengan bahan-bahan alami yang tersedia di rumah. Selain lebih hemat, cara ini juga membantu Anda mengurangi efek samping dari obat-obatan kimia.
Berikut produk alami, seperti diuraikan dalam buku The Big Doctors Book of Home Remedies, yang bisa menjadi pilihan Anda.
Garam, atasi kapalan pada kaki
Larutan garam menyediakan lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan jamur, mengurangi produksi keringat berlebih, serta melembutkan kulit sehingga obat-obatan antijamur bisa meresap lebih dalam. Untuk mengatasi gangguan kaki ini, ahli bedah kaki Suzanne M. Levine, DPM, menganjurkan Anda untuk merendam kaki selama lima hingga 10 menit dalam larutan garam. Tambahkan dua sendok teh garam per setengah liter air hangat yang Anda gunakan.
Air tonikum (tonic water), untuk kaki capek
Minum satu gelas air tonikum sebelum tidur membantu menenangkan gejala-gejala sindrom kaki yang keletihan. Kandungan quinine di dalamnya membantu menghentikan kontraksi otot berulang.
Lemon, untuk menyamarkan bintik tanda penuaan
Ambillah beberapa potong lemon, kemudian langsung letakkan di bintik cokelat tanda penuaan di kulit. Biarkan selama 10 hingga 15 menit dan lakukan setiap hari. Kandungan asam, menurut dermatolog Audrey Kunin, MD, dari Kansas City, Missouri, bisa menyamarakan bintik-bintik penuaan.
“Tapi efeknya tidak akan terlihat dalam semalam,” tutur Kunin, seperti dikutip situs prevention.com. Anda, terang Kunin, akan melihat perbedaan dalam enam hingga 12 minggu. Akan tetapi, hindari penggunaan berlebih.”Lemon dalam jumlah berlebih bisa mengikis lapisan atas kulit.”
Madu, untuk luka dan goresan
Pemanis alami ini mempunyai tiga komponen penyembuh: gula menyerap cairan sehingga bakteri tidak bisa bertahan hidup, hidrogen peroksida sebagai desinfektan, dan propolis untuk membunuh bakteri. Selain itu, madu juga bersifat mengeringkan sehingga membentuk perban alami.
Minyak zaitun, untuk eksem
Karena kaya akan antioksidan yang befungsi mengurangi peradangan, minyak zaitun banyak digunakan sebagai bahan dasar pelembab. Dan jika digunakan sendiri, tentunya minyak zaitun bebas dari zat kimia yang bisa mengiritasi. Gosokkan satu sendok teh minyak zaitun per inci kulit. Lapisan minyak zaitun berfungsi menjaga kelembaban kulit. Untuk kasus yang serius, tutuplah kulit yang telah dilapisi minyak dengan plastik dan biarkan sepanjang malam.
Susu, untuk meredakan cemas
Untuk menenangkan diri sebelum tidur, cobalah minum segelas susu hangat. Cara ini, menurut, Bernard Vittone, MD, dari The National Center for the Treatment of Phobias, Anxiety, and Depression di Washington, benar-benar bisa membantu. Kandungan tryptophan dalam susu, terang dia, bisa membuat Anda rileks.
Cuka sari apel, untuk bekas goresan atau bekas luka
Cuka sari apel merupakan antiperadangan alami. Basahi cotton ball dengan cuka kemudian gosokkan ke bekas goresan. Atau, buatlah pasta dari cuka sari apel dan putih telur atau petroleum jelly kemudian oleskan ke area yang tergores.
Soda kue, untuk infeksi saluran kencing
Soda kue, terang urologist Larrian Gillespie, MD., membuat kandung kemih lebih bersifat alkali, sehingga mencegah perbanyakan bakteri. Minumlah larutan yang terbuat dari satu per empat sendok teh soda kue dipadukan dengan segelas air pada hari pertama Anda melihat gejala infeksi. Teruskan minum larutan ini sekali sehari hingga Anda berkonsultasi dengan dokter atau mulai menggunakan antibiotik.
Jahe, redakan sakit perut
Jahe dinyatakan efektif meredakan gangguan usus, termasuk motion sickness dan morning sickness saat kehamilan. Untuk membuat teh, seduhlah satu sendok makan jahe segar ke dalam air panas dan biarkan selama sepuluh menit.
Sumber
MediaIndonesia.com